BAGAIMANA PENANGANAN YANG EFEKTIF DAN TEPAT PENYAKIT IMPOTENSI (GANGGUAN EREKSI)

Ada banyak laki-laki mengalami gangguan fungsi seksual salah satunya adalah penyakit impotensi. Hal ini menyebabkan banyak laki-laki menjadi stres dan frustasi. Ada rasa malu, takut dan tidak nyaman terhadap pasangan apalagi istri. Ada banyak laki-laki mencoba meningkatkan fungsi seksualnya (ereksi) dengan berbagai metode, alat dan obat-obatan namun hasilnya malah gagal dan sebaliknya menjadi impotensi. Bingung mencari dokter dan klinik khusus untuk pengobatan gangguan fungsi seksual yakni penyakit impotensi (gagal ereksi). Sebelumnya anda perlu tahu apa yang menyebabkan laki-laki mengalami penyakit impotensi ? Apa saja faktor pencetus dan faktor resikonya ? Bagaimana penanganan dan pengobatan penyakit impotensi yang efektif dan tepat ?

Definisi Penyakit Impotensi (Gangguan Ereksi)

Penyakit Impotensi (erectyile dysfunction) adalah suatu keadaan dimana alat kelamin pria (penis) sulit berdiri atau tidak bisa ereksi maksimal pada saat adanya aktivitas seksual. Ereksi berarti seorang laki-laki yang dapat menegangkan dan membuat berdiri batang kemaluannya. Sedangkan, ejakulasi adalah kondisi dimana seorang laki-laki dapat mengeluarkan sekret berupa semen dan cairan sperma secara normal. Ereksi dapat terjadi akibat masuknya aliran darah ke penis dan tertahannya darah balik (vena) yang kembali ke jantung untuk beberapa saat setelah adanya stimulasi seksual yang dihantarkan ke otak, kemudian diteruskan ke syaraf penis.

 

Menurut penelitian penyakit impotensi 50 % terjadi pada pria usia  40-70 tahun. Gagalnya pria dalam mempertahankan ereksi atau memulai ereksi mengakibatkan hubungan seks dengan pasangan menjadi tidak harmonis, kebanyakan penderita dengan penyakit impotensi mengalami depresi dan tidak percaya diri, akibatnya secara psikologis lebih banyak menutup diri. Kualitas kesehatan fisik penderita dengan penyakit impotensi tetap seperti biasanya. Penderita tidak akan mengeluhkan adanya rasa sakit di bagian tubuh lainnya, inilah yang menyebabkan beberapa pria tidak mau memeriksa kondisi kesehatannya. Faktor lainnya adalah merasa minder dan malu.

 

Apa Penyebab dan Faktor Resiko Terkena Penyakit Impotensi (Gangguan Ereksi) ?

Perlu diketahui bahwa ketika seorang pria mengalami penyakit impotensi (gangguan ereksi) ada banyak hal yang menyebabkan atau faktor resiko. Penyakit impotensi (gangguan ereksi) tidaklah berdiri sendiri. Oleh karena itu perlu secara komprehensif menilai, mengevaluasi dan menangani gangguan ereksi (penyakit impotensi). Ada beberapa keadaan dimana penyakit impotensi atau gangguan ereksi tidak maksimal dapat terjadi antara lain :

 

Apa Saja Bahaya dan Dampak Penyakit Impotensi (Gangguan Ereksi) Bila Tidak Segera Ditangani Dengan Baik?

Banyak hal yang bisa dialami dan dirasakan oleh pasien dengan penyakit impotensi antara lain :

  • Depresi berkepanjangan
  • Kegelisahan
  • Mudah merasa rendah diri atau kehilangan kepercayaan diri
  • Kehidupan seks yang memburuk dari waktu ke waktu
  • Permasalahan dalam kehidupan pernikahan dengan pasangan (cerai)
  • Ketidakmampuan untuk mendapatkan keturunan (Infertilitas)
  • Bunuh diri

 

Apa Saja Resiko Yang Timbul Akibat Penyakit Impotensi (Gangguan Ereksi) ?

Penyakit impotensi (gangguan ereksi) membuat pria sulit ereksi maksimal sehingga penis tidak digunakan sesuai fungsinya dalam jangka waktu yang sangat panjang, akibatnya penis mengalami penyusutan dan penurunan fungsi. Masalah impotensi akan membuat ketidakharmonisan rumah tangga sampai bisa bunuh diri atau melukai diri sendiri atau melukai orang lain, hidup tidak bersemangat dan bisa arogansi. Perlu diketahui faktor resiko dari penyakit impotensi ini bisa meningkat drastis karena beberapa hal, salah satunya adalah jika anda merupakan pasien dengan kondisi diabetes. Perlu diingat setelah melakukan sejumlah pengobatan, usahakan untuk tetap selalu optimis,ikuti saran dokter dan menjaga suasana hati agar selalu tenang.

Bagaimana Mencegah dan Mengobati Penyakit Impotensi (Gangguan Ereksi) ?

Orang yang mengalami penyakit impotensi (gangguan ereksi) biasanya tidak berdiri sendiri dan ada penyakit lain atau gangguan sistem tubuh lainnya yang menyertai. Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi mendalam dan menyeluruh kepada pasien agar pasien bisa turut serta membantu dokter mengekplorasi apa saja penyebab dan faktor resiko yang ada. Semakin banyak ditemukan faktor penyebab dan faktor resiko penyakit impotensi (gangguan ereksi) maka semakin mudah untuk diobati dan disembuhkan kecuali memang sudah fatal akibat dan penyebabnya penyakit impotensi (gangguan ereksi) sehingga sulit untuk disembuhkan.

  1. Ada faktor gangguan psikologi :
  • Adanya faktor stress emosi dan psikososial
  • Adanya gangguan serangan cemas dan depresi
  • Sering onani
  • Sering nonton film blue (porno)

2.Gangguan hormon

  • Gangguan hormon metabolik
  • Gangguan hormon reproduksi (genital)

3.Faktor Biologis :

  • Penyakit Diabetes dan Jantung
  • Penyakit gagal ginjal kronis
  • Penyakit liver kronis
  • Penyakit paru kronis
  • Penyakit struma toksik
  • Penyakit infeksi terutama infeksi menular seksual (IMS)
  • Penyakit lainnya

4.Faktor fisik (fisiologi)

  • Adanya luka atau cedera pada penis
  • Kegemukan
  • Cedera tulang belakang
  • Cedera saraf
  • Cedera pembuluh darah
  • Penyempitan pembuluh darah menuju penis
  • Pembedahan
  • Penuaan
  • Kurang olah raga
  • Dan lain-lain

5.Faktor chemical :

  • Efek samping obat-obatan
  • Kecanduan minum obat-obat terlarang dan alkohol
  • Kebiasaan merokok
  • Kebiasaan pola makan dan minum yang tidak sehat

Penyakit impotensi adalah masalah seksual yang memliki dampak yang cukup serius bagi pria, maka tidak ada salahnya jika para pria melakukan berbagai cara untuk mencegah impotensi dini. Anda hanya perlu mengubah gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari menjadi lebih sehat. Pencegahan penyakit impotensi sangat baik dilakukan sejak dini sebelum anda menemukan gejala penyakit impotensi (gangguan ereksi). Bila anda sudah mengalami gejala-gejala penyakit impotensi segera konsultasikan ke dokter dan diskusikan bagaimana penanganan yang tepat untuk memperbaiki penyakit impotensi (gangguan ereksi) ini. Deteksi dini dan pengobatan dini penyakit impotensi (gangguan ereksi) akan memberikan hasil lebih maksimal. Apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit impotensi (gangguan ereksi) antara lain :

  • Olahraga
  • Hindari rokok, minuman dan alkohol
  • Hindari stress
  • Istirahat yang cukup
  • Makanan bergizi
  • Menghindari penyakit infeksi menular seksual (PMS)

 

Dokter akan melakukan dan menganalisa seputar gejala-gejala, riwayat kesehatan dan kondisi psikologis pasien.Jika dicurigai bahwa penyakit impotensi (gangguan ereksi) pasien disebabkan oleh suatu kondisi kronis, maka pemeriksaan lanjutan akan dilakukan guna memastikannya. Beberapa contoh pemeriksaan lanjutan  adalah;

  • Tes urine
  • Tes darah
  • Usg duplex
  • Tes sensivitas kulit penis
  • Elektrokardiogram (EKG).

 

Bagaimana Penanganan Penyakit Impotensi (Gangguan Ereksi) Yang Tepat Dan Efektif di Klinik Pandawa ?

Untuk pengobatan penyakit impotensi (gangguan ereksi) maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang lengkap dan anamnesis yang komprehensif. Bisa dilakukan uji coba kekuatan ereksi sejauh mana. Penyakit impotensi (gangguan ereksi) merupakan penyakit yang tidak berdiri sendiri dan sering diikuti oleh penyakit lainnya yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi fungsi ereksi. Pengobatan dan penanganan haruslah paralel dan menyeluruh untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

 

Klinik pandawa memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam melakukan pengobatan penyakit-penyakit andrologi salah satunya adalah penyakit impotensi (gangguan ereksi). Pemberian pengobatan penyakit impotensi (gangguan ereksi) dengan benar bisa mempercepat proses penyembuhan. Klinik Pandawa memiliki fasilitas dan alat yang sangat memadai, modern dan lengkap. Klinik Pandawa juga sudah cukup lama bertahun-tahun melayani pasien dengan penyakit impotensi (gangguan ereksi). Rata-rata semua pasien puas dengan pelayanan dan pengobatan yang di lakukan oleh dokter klinik pandawa. Hampir semua pasien tidak ada yang bermasalah setelah pengobatan, dan hasil pengobatan lebih maksimal. Jika anda memerlukan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis pada dokter kami dengan cara klik tombol konsultasi Telp / WA / SMS pada web. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis pasien terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *