Penyakit Kulit Melasma (Hiperpigmentasi Kulit)

Hi Ladies, semua wanita pastinya ingin memiliki kulit yang halus dan bersih. Wanita berkulit coklat sangat rentan terhadap penyakit kulit melasma (hiperpigmentasi kulit) apalagi wanita yang masih muda. Penyakit melasma ini dapat merusak keindahan kulit biasanya disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan atau terkena paparan sinar matahari. Wanita lebih rentan terkena penyakit kulit melasma dibandingkan dengan laki-laki.

 

Apa Itu Penyakit Kulit Melasma (Hiperpigmentasi Kulit) ?

Penyakit kulit melasma (hiperpigmentasi kulit) merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi pigmentasi kulit yang berwarna cokelat muda hingga cokelat tua, atau keabu-abuan. Melasma juga dikenal dengan nama chloasma.

Penyakit Melasma (hiperpigmentasi kulit) paling sering muncul pada area kulit yang terpapar sinar matahari langsung, terutama diarea wajah seperti pipi, dahi, hidung, dan dagu. Pada wanita, penyakit melasma (hiperpigmentasi kulit)akan memudar dengan sendirinya setelah kehamilan atau setelah berhenti mengonsumsi pil KB.

 

Penyebab Penyakit Kulit Melasma (Hiperpigmentasi)

  1. Sel melanosit (sel yang memberikan warna pada kulit)

Pada orang yang berkulit gelap, sel melanosit lebih aktif dibandingkan orang yang berkulit terang. Hal ini dapat menyebabkan orang yang berkulit gelap lebih rentan terkena melisma (hiperpigmentasi kulit).

  1. Faktor genetik atau faktor keturunan

Penyakit kulit melasma (hiperpigmentasi kulit) memiliki kecenderungan genetik. Mereka dengan riwayat keluarga memiliki penyakit kulit melasma (hiperpigmentasi kulit) akan lebih rentan terkena melasma (hiperpigmentasi kulit) juga.

 

Gejala Penyakit Kulit Melasma (Hiperpigmentasi Kulit)

  • Muncul bercak gelap di wajah

Umumnya terdapat pada area wajah, namun melasma (hiperpigmentasi kulit) bisa juga muncul pada area tubuh lainnya yang sering terpapar sinar matahari.

  • Adanya perubahan warna

Bercak yang muncul pada kulit biasanya berwarna lebih gelap dari warna kulit aslinya.

  • Simetris

Melasma biasanya terjadi pada wajah dan bersifat simetris atau ada di kanan dan kiri.

  • Lokasi tertentu di wajah (predileksi)

Melasma (hiperpigmentasi kulit) biasanya terjadi di pipi, dahi, hidung, dan dagu. Namun bisa juga terjadi pada leher dan lengan yang sering terpapar sinar matahari.

  • Tidak sakit atau nyeri

Perubahan warna kulit ini tidak menimbulkan rasa nyeri namun lebih cenderung orang yang terkena melasma merasa tidak percaya diri.

 

Faktor Yang Dapat Memicu Terjadinya Penyakit Kulit Melasma

  1. Paparan sinar matahari

Sinar ultraviolet (UV) dapat menstimulasi melanosit. Paparan sinar matahari dapat memperburuk kondisi melasma (hiperpigmentasi kulit), dan bisa membuat melasma (hiperpigmentasi kulit) yang sudah hilang menjadi muncul kembali.

  1. Perubahan hormonal

Biasanya terjadi pada saat kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi hormonal dan sebagainya. Hal ini bisa menyebabkan wanita lebih rentan terkena melisma (hiperpigmentasi kulit).

  1. Produk perawatan kulit

Produk-produk kecantikan yang bisa menyebabkan iritasi kulit dapat memperburuk keadaan melasma.

 

Pola Penyebaran Penyakit Kulit Melasma (Hiperpigmentasi Kulit)

  1. Centrofacial

Biasanya muncul di area dahi, pipi, hidung, bibir atas, dan dagu

  1. Malar

Biasanya muncul di area pipi dan hidung

  1. Mandibular

Biasanya muncul di area rahang bawah

  

Siapa Saja Yang Bisa Terkena Penyakit Kulit Melasma (Hiperpigmentasi Kulit) ?

  1. Ibu hamil

Menjadi ibu hamil memang sangat sensitif terutama sistem kekebalan tubuhnya. Makanya ibu hamil selalu diperingatkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya saat hamil. Begitu juga dengan hormon yang mempengaruhi keadaan-keadaan kulit sehingga ibu hamil lebih rentan terhadap melisma (hiperpigmentasi kulit).

  1. Penggunaan pil kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi dalam bentuk oral akan memberikan efek samping terhadap kesehatan kulit. Oleh sebab itu bisa rentan terkena melisma (hiperpigmentasi kulit).

  1. Terapi pergantian hormon pada masa menopause

Pada masa menopause keadaan hormon dalam tubuh menjadi tidak seimbang. Makanya banyak wanita yang sudah menopause mengambil terapi pergantian hormon. Namun terapi tersebut justru menyebabkan efek samping terhadap kesehatan kulit salah satunya bisa menyebabkan melasma.

 

Bagaimana Pengobatan Penyakit Kulit Melasma (Hiperpigmentasi Kulit) di Klinik Pandawa?

Klinik pandawa merupakan klinik yang khusus menangani berbagai penyakit kulit dan kelamin termasuk penyakit melasma (hiperpigmentasi kulit). Pasien akan dilakukan pemeriksaan fisik dan anamnesis secara komprehensif. Pasien akan di edukasi terlebih dahulu. Apabila ada hal-hal yang perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium maka dokter akan merekomendasikan dan menjelaskan. Pengobatan melasma (hiperpigmentasi kulit) ada berbagai macam cara antara lain dengan laser, dengan cream, dan suntik termasuk dermaroller.

Mengapa harus berobat ke klinik pandawa karena Klinik Pandawa memiliki dokter ahli yang berpengalaman, memiliki berbagai fasilitas dan alat yang sangat memadai, modern dan lengkap. Klinik Pandawa juga sudah banyak menangani pasien dengan penyakit kulit melasma (hiperpigmentasi kulit). Rata-rata semua pasien puas dengan pelayanan yang di lakukan oleh dokter klinik pandawa. Jika memerlukan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis dengan dokter kami melalui klik tombol Whatsapp / SMS/ Telp pada tombol Web. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis pasien terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *