Penyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks adalah jenis kanker yang berkembang di serviks wanita (masuk ke rahim dari vagina). Kanker serviks sering kali tidak memiliki gejala pada tahap awal. Jika Anda memiliki gejalanya, yang paling umum adalah pendarahan vagina yang tidak biasa, yang dapat terjadi setelah berhubungan seks, di antara  periodenya atau setelah menopause . Perdarahan yang tidak normal tidak berarti Anda pasti terkena kanker serviks, namun harus diselidiki oleh dokter Anda sesegera mungkin. Jika dokter umum Anda mengira Anda terkena kanker serviks, Anda harus menghubungi dokter spesialis dalam waktu dua minggu atau sesegera mungkin dan jangan menunda lagi dalam mencari penyebab kanker serviks.

Pada kebanyakan kasus, pendarahan vagina adalah gejala penyebab terjadinya kanker serviks yang pertama. Biasanya terjadi setelah berhubungan seks. Pendarahan pada waktu lain, selain periode bulanan yang Anda harapkan , juga dianggap tidak biasa. Ini termasuk pendarahan setelah  menopause (saat periode bulanan wanita berhenti). Gejala lain dari kanker serviks mungkin juga termasuk rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks dan keputihan yang sangat tidak enak .

Kanker serviks stadium lanjut :

Jika kanker menyebar dari serviks Anda dan ke jaringan dan organ sekitarnya, hal itu dapat memicu berbagai gejala lainnya, termasuk :

  • Sembelit.
  • Darah dalam urin Anda (hematuria).
  • Kehilangan kontrol kandung kemih ( inkontinensia urin ).
  • Sakit tulang.
  • Pembengkakan salah satu kaki Anda
  • Nyeri hebat di sisi atau punggung Anda disebabkan oleh pembengkakan di ginjal Anda, terkait dengan kondisi yang disebut hydonrosfrosis.
  • Perubahan kebiasaan kandung kemih dan usus Anda.
  • Kehilangan selera makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Kelelahan dan kekurangan energi.

Anda harus menghubungi dokter umum Anda jika Anda mengalami:

  • Pendarahan setelah berhubungan seks.
  • Berdarah di luar periode normal Anda.
  • Pendarahan baru  setelah menopause.

Kemoterapi dapat digunakan sebagai :

  1. Terapi utama pada kanker stadium lanjut
  2. Terapi adjuvant/tambahan – setelah pembedahan untuk meningkatkan hasil pembedahan dengan menghancurkan sel kanker yang mungkin tertinggal dan mengurangi resiko kekambuhan kanker.
  3. Terapi neoadjuvan – sebelum pembedahan untuk mengurangi ukuran tumor
  4. Untuk mengurangi gejala terkait kanker yang menyebabkan ketidaknyamanan dan memperbaiki kehidupan pasien (stadium lanjut / kanker yang kambuh)
  5. Memperpanjang masa hidup pasien (stadium lanjut / kanker yang kambuh).

Efek samping dari kemoterapi adalah :

  •  Lemas

Timbulnya mendadak atau perlahan dan tidak langsung menghilang saat beristirahat, kadang berlangsung terus sampai akhir pengobatan.

  • Mual dan muntah

Mual dan muntah berlangsung singkat atau lama. Dapat diberikan obat anti mual sebelum, selama, dan sesudah pengobatan.

  • Gangguan pencernaan

Beberapa obat kemoterapi dapat menyebabkan diare, bahkan ada yang diare sampai dehidrasi berat dan harus dirawat. Kadang sampai terjadi sembelit.

Bila terjadi diare : kurangi makan-makanan yang mengandung serat, buah dan sayur. Harus minum air yang hilang untuk mengatasi kehilangan cairan.

Bila susah BAB : makan-makanan yang berserat, dan jika memungkinkan olahraga.

  •  Sariawan
  • Rambut rontok

Kerontokan rambut bersifat sementara, biasanya terjadi dua atau tiga minggu setelah kemoterapi dimulai. Dapat juga menyebabkan rambut patah didekat kulit kepala. Dapat terjadi seminggu setelah kemoterapi.

  • Otot dan saraf

Beberapa obat kemoterapi menyebabkan kesemutan dan mati rasa pada jari tangan dan kaki. Serta kelemahan pada otot kaki.

  • Efek pada darah

Beberapa jenis obat kemoterapi ada yang berpengaruh pada kerja sumsum tulang yang merupakan pabrik pembuat sel darah merah, sehingga jumlah sel darah merah menurun. Yang paling sering adalah penurunan sel darah putih (leukosit). Penurunan sel darah terjadi setiap kemoterapi, dan test darah biasanya dilakukan sebelum kemoterapi berikutnya untuk memastikan jumlah sel darah telah kembali normal. Penurunan jumlah sel darah dapat menyebabkan :

  • Mudah terkena infeksi

Hal ini disebabkan oleh penurunan leukosit, karena leukosit adalah sel darah yang memberikan perlindungan infeksi. Ada juga beberapa obat kemoterapi yang menyebabkan peningkatkan leukosit.

  • Perdarahan

Keping darah (trombosit) berperan pada proses pembekuan darah,  apabila jumlah trombosit rendah dapat menyebabkan pendarahan, ruam, dan bercak merah pada kulit.

  • Anemia

Anemia adalah penurunan sel darah merah yang ditandai dengan penurunan Hb (Hemoglobin). Karena Hb letaknya didalam sel darah merah. Penurunan sel darah merah dapat menyebabkan lemah, mudah lelah, tampak pucat.

  • Kulit menjadi kering dan berubah warna

Lebih sensitive terhadap sinar matahari. Kuku tumbuh lebih lambat dan terdapat garis putih melintang.

Diagnosa Dari Penyebab Kanker Serviks :
Diagnosis atau deteksi terhadap penyebaran sel kanker atau penyebab terjadinya kanker serviks serta area penyebarannya sejak dini dapat membantu kinerja tenaga medis untuk memilih dan menangani penderita dengan cara yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.

  • Pap Smear, adalah teknik diagnosa menggunakan sample yang diambil dari leher vagina. Sample tersebut kemudian diperiksa oleh tim medis melalui mikroskop. Teknik ini disarankan bagi pasien yang merasakan gejala sejak dini untuk mengetahui pertumbuhan dan jenis kanker yang tumbuh di leher rahim.
  • Biopsi Sel Kanker, teknik biopsi dijalankan dengan cara yang hampir mirip dengan Pap Smear yaitu mengambil jaringan atau sample sel di jaringan leher rahim. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebaran sel kanker.
  • CT Scan adalah teknik pemeriksaan menggunakan alat canggih medis untuk mengamati panggul dan area penyebaran kanker.
  • Pet CT Scan adalah teknik lanjutan untuk diagnosis sel kanker yang berfungsi mengamati penyebaran kanker beserta ukuran sel kanker yang ada di leher rahim.
  • Tes Darah merupakan teknik pengambilan sample darah pada pasien yang sudah terinfeksi yang bertujuan untuk mengetahui kondisi pasien secara umum. Termasuk juga kondisi organ tubuh pasien yang lain (kemungkinan menyerang ginjal, hati, dll)
  • X-Ray, adalah deteksi yang dilakukan saat sel kanker dicurigai sudah menyebar ke area paru-paru.

Pengobatan Penyebab Kanker Serviks

Klinik Pandawa menyediakan layanan kesehatan medis yang menangani masalah Penyebab Kanker Serviks atau seputar andrologi, ginekologi, bedah kecil, Pengencangan – operasi selaput dara, kulit & kelamin. Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar penyakit yang anda rasakan, Anda bisa menghubungi kami di 021-62313337 atau 081386357762. Kunjungi kami, alamat : Gedung Baja lantai GF2 Tower B jalan Pangeran Jayakarta no.55 kelurahan Mangga Dua Selatan kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *