Penyebab, Gejala Sipilis Pria Dan Wanita

Penyakit sifilis atau penyakit raja singa merupakan salah satu penyakit menular seksual yang sangat berbahaya dan sering dijumpai karena tingginya angka hubungan seksual mulai dari anak remaja sampai orang tua yang melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dan gonta ganti pasangan. Oleh karena penularan Penyakit sifilis atau penyakit raja singa mudah makanya banyak orang terkena Penyakit sifilis atau penyakit raja singa. Pada umumnya perempuan lebih banyak terkena Penyakit sifilis atau penyakit raja singa dibanding laki-laki. Pencegahan jauh lebih baik dari pada pengobatan Penyakit sifilis atau penyakit raja singa. Peran serta orang tua dan guru sekolah serta pemuka agama sangatlah penting untuk memberikan edukasi dan bimbingan soal seksual sehat, aman, bersih, dan halal.

Sebenarnya Apa Itu Penyakit Sifilis (Penyakit Raja Singa) ?

Penyakit sifilis atau penyakit raja singa disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum. Bakteri Treponema Pallidum dari Penyakit sifilis atau penyakit raja singa ini dapat memasuki tubuh dengan menembus selaput lendir. Pada ibu hamil bakteri mampu menembus plasenta sehingga dapat menginfeksi janin. Penyakit sifilis dapat menyerang semua organ dalam  tubuh manusia terutama :

  • Menyerang dan merusak sitem kardiovaskular,
  • Merusak otak, dan susunan saraf
  • Bakteri yang ditularkan oleh ibu ke janinnya secara intra uterin

Pada umumnya penularan penyakit sifilis atau penyakit raja singa melalui kontak langsung yang terjadi melalui, seks vaginal, seks anal, seks oral dan penggunaan jarum suntik yang dipakai bergantian dapat menularkan infeksi penyakit sifilis, biasanya kasus seperti ini terjadi pada pengguna narkoba, suntik maupun pada penyuka seni merajah tubuh, misalnya tato dan tindik telinga. Selain itu bisa melalui transfusi darah atau pemakaian alat medis yang tidak steril. Penyakit sifilis atau penyakit raja singa bisa menyerang segala usia termasuk janin dalam kandungan. Bahaya dan komplikasi penyakit sifilis atau penyakit raja singa tidak bisa dianggap ringan. Terkadang pasien datang dengan penyakit sifilis atau penyakit raja singa pada stadium lanjut sehingga sulit untuk diobati karena terlanjur sudah menimbulkan berbagai komplikasi. Pada stadium awal penyakit sifilis atau penyakit raja singa sering kali tidak ada keluhan atau gejala yang khas sehingga pasien tidak menyadari bahwa dia terkontaminasi penyakit sifilis atau penyakit raja singa.

Apa Saja Gejala Dan Kriteria Penyakit Sifilis (Penyakit Raja Singa) ?

Penyakit sifilis atau penyakit raja singa secara klinis dibagi menjadi beberapa gejala atau kriteria yang disesuaikan pada pemeriksaan fisik medis. Adapun pembagian gejala penyakit sifilis atau penyakit raja singa sebagai berikut :

a.Gejala penyakit sifilis primer :

Biasanya ditandai dengan adanya benjolan serta lesi atau luka di kelamin, yang mana lukanya  seperti gigitan serangga dan tidak terasa sakit. Benjolan segera berkembang menjadi ulkus bersih, tidak nyeri dengan tepi menonjol yang disebut chancre, tidak ada nyeri, kemudian mengeras.

b.Gejala penyakit sifilis sekunder :

Dalam waktu 2–10 minggu, gejala penyakit sifilis atau penyakit raja singa yang muncul selanjutnya adalah ruam merah, yang terjadi di kulit seluruh tubuh yang meliputi telapak tangan dan telapak kaki; lesi pustuler ini dapat juga berkembang pada daerah yang lembab seperti anus dan vagina. Disamping itu timbul demam ringan, flu, sakit kepala, lemas, tidak selera makan, berat badan menurun, nyeri pada tenggorokan, mialgia, dan artralgia serta limfadenopati menyeluruh sering ada.

c.Gejala penyakit sifilis tersier

Jika infeksi penyakit sifilis atau penyakit raja singa tidak terobati sampai tuntas, penyakit sifilis atau penyakit raja singa akan berkembang ke tahapan akhir, yaitu sifilis tersier dan memberi efek yang serius pada tubuh. Apa akibat sifilis tersier ? akan terjadi kebutaan, kelumpuhan, masalah pendengaran, demensia, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak ditangani.

d.Relapsing penyakit sifilis atau penyakit raja singa

Kekambuhan penyakit sifilis atau penyakit raja singa terjadi karena pengobatan yang tidak tepat dan benar dari dosis dan jenisnya. Perlu diketahui kekambuhan gejala sifilis secra klinis bisa ditemukan tetapi mungkin juga tanpa gejala hanya perubahan serologinya yaitu dari reaksi STS  (Serologis Test for Syfilis) yang negatif menjadi positif.

e.Sifilis kongenital

Penyakit sifilis atau penyakit raja singa Sifilis pada anak dapat terjadi akibat terinfeksi saat ibu hamil menderita penyakit sifilis atau penyakit raja singa yang menularkan ke anaknya melalui plasenta. Ibu hamil dengan penyakit sifilis atau penyakit raja singa dengan pengobatan yang tidak tepat atau tidak diobati akan mengakibatkan sifilis kongenital (kelainanan bawaan) pada bayinya. Bila penyakit sifilis atau penyakit raja singa ini muncul sesudah anak menjadi besar atau dewasa maka kelainan yang timbul pada umumnya yaitu masalah susunan syaraf pusat .

Bagaimana Penularan Penyakit Sifilis (Penyakit Raja Singa) ?

1. Stadium Dini

Bakteri Treponema pallidum dapat masuk ke dalam kulit melalui selaput lendir, biasanya melalui senggama (hubungan seksual) .

2. Stadium Lanjut

Pada stadium laten berlangsung selama bertahun-tahun hingga infeksi mencapai sistem saraf dan sistem kardiovaskuler pada waktu dini, terjadi kerusakan perlahan-lahan hingga waktu bertahun-tahun untuk menimbulkan gejala klinis. Bila gejala sifilis tidak muncul maka sebagian besar penderita yang terinfeksi cenderung tidak akan memeriksakan dirinya kedokter sehingga lama-lama akan masuk ke sifilis stadium lanjut. Apabila anda telah melakukan hubungan seks dengan berbeda pasangan sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan dan mendeteksi dini apakah sudah terkontaminasi kuman sifilis.

Bagaimana Pencegahan Yang Efektif Terhadap Penyakit Sifilis (Penyakit Raja Singa) ?

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghindari dan mencegah penularan penyakit sifilis (penyakit raja singa) :

  • Menggunakan kondom saat hubungan seks
  • Selektif memilih pasangan seks dan protective sex.
  • Hindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan transfusi darah yang sudah terinfeksi.
  • Setia pada satu pasangan

Bila anda mengalami gejala-gejala penyakit sifilis (penyakit raja singa), sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Karena penyakit sifilis (penyakit raja singa) bisa terdeteksi sejak awal bila langsung diperiksakan. Jangan mengobati sendiri untuk jenis penyakit sifilis (penyakit raja singa) ini karena anda tidak tahu sudah seberapa parah infeksinya dan pengobatan apa yang tepat.

Bagaimana Penanganan  Penyakit Sipilis di Klinik Pandawa ?

Klinik pandawa memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam melakukan pengobatan penyakit sifilis (penyakit raja singa). Pemberian edukasi pengetahuan tentang penyakit sifilis (penyakit raja singa)  dan penyakit menular seksual lainnya sangatlah penting selain melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengakkan diagnosa pasti. Pemberian pengobatan penyakit sifilis (penyakit raja singa)  dengan benar akan lebih mempercepat proses penyembuhan. Klinik Pandawa memiliki fasilitas dan alat yang sangat memadai, modern dan obat yang lengkap. Klinik Pandawa juga sudah cukup lama bertahun-tahun melayani pasien dengan penyakit sifilis (penyakit raja singa) dan penyakit kulit dan kelamin lainnya. Rata-rata semua pasien puas dengan pelayanan dan pengobatan yang di lakukan oleh dokter klinik pandawa. Hampir semua pasien tidak ada yang masalah setelah pengobatan, dan hasil pengobatan menjadi lebih maksimal. Jika anda memerlukan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis pada dokter kami dengan cara klik tombol konsultasi Telp / WA / SMS pada web. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis pasien terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *